Loading
<b>Pengaruh Donepezil terhadap Interval QT pada Pasien dengan Penyakit Alzheimer: A Scoping Review</b>
##common.pageHeaderLogo.altText##
Vol 6 No 1 (2026) Articles

Pengaruh Donepezil terhadap Interval QT pada Pasien dengan Penyakit Alzheimer: A Scoping Review

Diterbitkan 2026-06-30
Ariq Rifqiul Hisyam , Sumarno
1 Fakultas Farmasi Universitas Airlangga
2 Departemen Farmasi Praktis, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga, Surabaya

Abstrak

Donepezil, suatu inhibitor asetilkolinesterase yang banyak diresepkan untuk penyakit Alzheimer, telah dikaitkan dengan efek kardiovaskular potensial, khususnya perpanjangan interval QT yang dapat menyebabkan aritmia berat. Ulasan pencarian ini, yang mengikuti metodologi Joanna Briggs Institute (JBI), bertujuan untuk mengevaluasi bukti klinis mengenai asosiasi tersebut. Pencarian komprehensif dilakukan di sepuluh basis data (PubMed, Scopus, Google Scholar, ProQuest, ScienceDirect, Cochrane, Wiley, SpringerLink, Taylor & Francis, dan Portal Garuda) pada periode November 2025–Januari 2026, yang mencakup publikasi dari Januari 2015 hingga Januari 2026. Dua peneliti secara independen melakukan penyaringan dan ekstraksi data. Sebanyak 4 studi yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara deskriptif. Sintesis bukti mengungkapkan gambaran yang kompleks. Secara keseluruhan, studi-studi tersebut mengindikasikan bahwa terapi donepezil dikaitkan dengan peningkatan moderat pada durasi interval QT, yang dipengaruhi oleh dosis. Efek ini lebih nyata pada subkelompok rentan, khususnya pada dosis 10 mg/hari dan pada pasien dengan faktor risiko spesifik seperti ketidakseimbangan elektrolit atau polifarmasi. Namun, transisi dari efek elektrofisiologis ini menjadi aritmia yang signifikan secara klinis pada populasi Alzheimer umum tanpa kondisi jantung yang sudah ada sebelumnya tampaknya relatif rendah. Kesimpulan: Donepezil terbukti menyebabkan perpanjangan interval QT yang bersifat moderat dan bergantung pada dosis serta durasi terapi, terutama pada dosis 10 mg/hari, penggunaan jangka panjang (>1 tahun), serta pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, hipokalemia, atau polifarmasi. Meskipun risiko transisi ke aritmia berat seperti Torsades de Pointes pada populasi Alzheimer tanpa penyakit jantung yang sudah ada sebelumnya tergolong rendah, pemantauan elektrokardiogram (EKG) baseline sebelum terapi dan berkala setelah 1–3 bulan, serta pada setiap perubahan dosis atau penambahan obat yang berpotensi berisiko, sangat disarankan, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia yang belum memiliki pedoman nasional

Kata Kunci

Donepezil Perpanjangan Interval QT Penyakit Alzheimer Aritmia
Hak Cipta (c) 2026 Ariq Rifqiul Hisyam, Sumarno

##plugins.themes.healthSciences.displayStats.downloads##

##plugins.themes.healthSciences.displayStats.noStats##
Home Current Archives Submit Search