OPTIMALISASI LITERASI TANAMAN OBAT MELALUI PENGEMBANGAN APOTEK HIDUP DI SD NEGERI JATIMULYO
Keywords:
Apotek hidup, Edukasi kesehatan, Pelestarian lingkungan, Tanaman obat, tanaman obat keluargaAbstract
Pengetahuan masyarakat, khususnya pada kalangan generasi muda, mengenai tanaman obat tradisional masih tergolong rendah sehingga pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya edukasi yang terstruktur dan aplikatif sejak dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesadaran siswa SD Negeri Jatimulyo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen terhadap pentingnya tanaman obat melalui pengembangan apotek hidup di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan utama, yaitu tahap pra pelaksanaan yang meliputi observasi lapangan, perencanaan program, serta persiapan lahan; tahap pelaksanaan berupa kegiatan sosialisasi dan edukasi interaktif menggunakan media visual, kuis, dan metode pembelajaran menyenangkan, serta praktik langsung penanaman 10 jenis tanaman obat pada lahan seluas ±4×5 m²; dan tahap pasca pelaksanaan berupa evaluasi menggunakan pretest-posttest serta kuesioner. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rata-rata nilai siswa, yaitu dari 48,18% sebelum kegiatan menjadi 81,81% setelah kegiatan. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap konsep apotek hidup, jenis tanaman obat, serta manfaatnya bagi kesehatan. Dengan demikian, program pengembangan apotek hidup terbukti efektif dalam meningkatkan literasi tanaman obat sekaligus menumbuhkan karakter siswa yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, dan mandiri dalam menjaga kesehatan berbasis sumber daya alam.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Jurnal EMPATI (Edukasi Masyarakat, Pengabdian dan Bakti)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.