PENINGKATAN KAPASITAS KADER KESEHATAN MELALUI PELATIHAN PIJAT BATUK PILEK PADA BALITA DI DESA TAMBAKPROGATEN

Authors

  • Siti Mutoharoh Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Sumarni Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Najani Amira Natasya Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Putri Sukma Anyelir Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Qotrunnada Balqis Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Shofi Nurhanifa Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong
  • Yogi Mulyanti Program Studi D III Kebidanan , Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong

Keywords:

Balita, Batuk pilek, Kader, Pijat

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyebab utama morbiditas pada balita di Indonesia. Di Desa Tambakprogaten terdapat 210 balita dan dalam waktu satu bulan terdapat kurang lebih 35-50 balita yang terkena batuk pilek. Kondisi ini menunjukkan perlunya upaya promotif dan preventif yang melibatkan peran aktif kader kesehatan di masyarakat. Gejala batuk pilek dapat ditangani melalui pendekatan nonfarmakologis seperti pijat batuk pilek.

Tujuan: Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan pijat batuk pilek di Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.

Metode: Metode yang digunakan yaitu edukasi dan pelatihan dengan materi, video tutorial, dan demonstrasi serta evaluasi melalui pretest dan posttest pada 15 kader. Hasil : Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dengan kategori baik meningkat dari 67% (10 orang) menjadi 93% (14 orang), dan tidak ada lagi kategori kurang pada posttest. Keterampilan kader juga meningkat, ditandai dengan kategori baik dari 0% menjadi 67% (10 orang), serta tidak adanya kategori kurang setelah pelatihan. Kader juga mampu mempraktikkan teknik pijat sesuai standar operasional prosedur.

Kesimpulan: Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pijat batuk pilek sebagai upaya nonfarmakologis, serta berpotensi diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan Posyandu untuk menurunkan kejadian ISPA pada balita

Downloads

Published

2026-04-29