REVITALISASI KELOMPOK SENI WAYANG GOLEK DI DESA MEDALSARI KABUPATEN KARAWANG BERBASIS PEMBERDAYAAN PEMUDA

Authors

  • Sigit Widiatmoko Universitas Negeri Jakarta
  • Ely Rusliawati Universitas Negeri Jakarta
  • Ahmad Maulana Ghufar Universitas Negeri Jakarta

Keywords:

Desa Medalsari, participatory action research, pemberdayaan pemuda, revitalisasi, wayang golek

Abstract

Modernisasi dan hiburan digital telah mengurangi minat kaum muda di Medalsari terhadap wayang golek. Padahal wayang golek menjadi sarana pengembangan ekowisata berbasis budaya lokal. Penurunan ini semakin memburuk setelah vakumnya grup kesenian wayang golek Paksi Buana pada tahun 2015. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan merevitalisasi kelompok seni wayang golek melalui pemberdayaan pemuda menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) selama lima bulan. Proses ini terdiri atas tiga tahap: (1) pra-pelaksanaan: pemetaan, identifikasi, analisis, dan perencanaan; (2) Pelaksanaan: membangun kembali grup, melatih dalang dan pemain gamelan, dan mendigitalisasikan pertunjukan; dan (3) pasca-pelaksanaan: observasi dan evaluasi, serta refleksi. Hasil menunjukkan peningkatan keterampilan dalang dan pemain gamelan, terbentuknya struktur organisasi baru, dan pendokumentasian digital pertunjukan wayang golek dengan cerita yang kekinian. Dokumentasi digital berfungsi sebagai arsip budaya dan platform kreatif. Refleksi masyarakat menyoroti kesadaran kolektif yang lebih kuat untuk mempertahankan grup melalui praktik rutin, penguatan organisasi, dan penggalangan dana mandiri. Kesimpulannya, revitalisasi seni tradisional dapat berhasil ketika nilai-nilai budaya lokal diintegrasikan dengan inovasi digital. Program ini tidak hanya menghidupkan kembali kelompok seni wayang golek Paksi Buana tetapi juga memperkuat identitas budaya, menciptakan peluang ekonomi kreatif, dan menawarkan model berkelanjutan untuk pemberdayaan berbasis komunitas

Downloads

Published

2026-04-29