ANALISIS PEMERATAAN EKONOMI DI KALIMANTAN SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN SIMULASI BERBASIS AGEN
Keywords:
Bumdes, Pemerataan Ekonomi, Perencanaan Wilayah, UMKM, Wilayah PerbatasanAbstract
Pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah perbatasan sangat dipengaruhi oleh kualitas perencanaan wilayah, kapasitas kelembagaan, serta peran aktor pembangunan dalam mengelola potensi daerah. Wilayah perbatasan seperti Kecamatan Long Apari di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, memiliki potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal yang besar, namun belum mampu mendorong pemerataan ekonomi secara optimal. Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya kualitas sumber daya manusia, terbatasnya akses pasar, serta lemahnya kapasitas ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perencanaan wilayah serta sinergi antara pemerintah daerah, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di wilayah perbatasan. Pendekatan penelitian menggunakan kajian literatur dan analisis konseptual terhadap pembangunan ekonomi lokal dan tata kelola kelembagaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM dan BUMDes berperan strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal, dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Namun, optimalisasi peran tersebut memerlukan dukungan kebijakan pemerintah daerah, regulasi yang jelas, pembangunan infrastruktur yang merata, serta peran aktif lembaga keuangan, pendampingan usaha, dan pelatihan sumber daya manusia. Sinergi antaraktor pembangunan menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan ekonomi lokal yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu mengurangi ketimpangan sosial-ekonomi di wilayah perbatasan.